Pasarwargacitraland.com - Mengapa banyak orang lebih suka membuka usaha atau berbisnis di kawasan perumahan? Meski setiap orang punya tujuan dan alasannya masing-masing bahkan termasuk kamuflase "bisnis pencucian uang", namun yang jelas adalah potensi pasarnya itu sendiri yang sudah ada dan sudah terbentuk. Semakin ramai sebuah kawasan perumahan atau pemukiman maka semakin potensial untuk sukses meraih untung. Berikut adalah ide-ide atau alasan seseorang terjun ke sana!
![]() |
| Alasan logis berbisnis dan membuka usaha di kawasan perumahan yang sudah berkembang. |
Pangsa Pasar Yang Pasti
Secara umum tidak ada perbedaan antara membuka bisnis dan usaha di kawasan lain seperti pinggir jalan raya, kompleks pertokoan, area mal atau pasar tradisional dengan kawasan perumahan. Yang membedakan hanyalah target pembelinya. Kalau kawasan umum targetnya bisa siapa saja yang berlalu lalang keluar masuk di sana, sementara di kawasan perumahan target pasarnya lebih spesifik yaitu penghuni atau warga perumahan itu sendiri.
Kawasan umum bahkan seperti sebuah pusat perbelanjaan belum tentu memiliki pengunjung yang pasti apalagi pembeli. Karena sangat tergantung kepada keluar masuknya orang setiap hari. Jika terjadi hujan saja maka pengunjung mal bisa sepi karena orang malas ke mal. Orang cukup berbelanja di sekitar rumah. Sementara untuk kawasan perumahan penghuninya sudah tetap dan pasti. Mulai dari bangun tidur, mandi, makan, bekerja, bersekolah, urus anak, pulang kerja, tidur kembali dan hidup di rumah yang sama setiap hari. Tidak akan berkurang malah yang ada justru bertambah jika kompleks perumahan tersebut memiliki fasilitas pendukung seperti pusat kuliner, tempat bermain seperti waterpark, taman hiburan, pusat bisnis (mal) skala kecil, hotel, dst. Tentu akan mendorong ada orang-orang di luar kawasan datang ke sana.
Repeat Order Yang Tinggi
Karena pangsa pasar yang pasti yaitu penghuni atau warga kompleks perumahan, maka otomatis mereka akan terus berbelanja jika merasa cocok. Istilah kasarnya "repeat order". Contoh misalnya kebutuhan akan air minum isi ulang, air galon kemasan, beras, gas elpiji, sembako, laundry, salon dan barber shop, cuci ac, dst. Semua itu sangat dibutuhkan dan pasti berbelanja kembali. Pembelinya ya orang-orang itu juga karena sudah merasa cocok dan memang kebutuhan rutin setiap rumah tangga.
Hal ini jarang kita temukan di kawasan lain bahkan pusat perbelanjaan sekelas mal sekalipun. Karena pembeli atau konsumen sangat berdasarkan pengunjung harian yang bisa bergonta-ganti orangnya. Dan pengunjung mal memang selalu gonta ganti karena minggu ini ke mal satu, minggu depan ke mal berikutnya dan bergilir seterusnya. Apalagi jika di sebuah kota seperti Jakarta, Tangerang dan Surabaya yang banyak sekali malnya bahkan berdekatan. Sementara kalau kawasan perumahan ya itu-itu saja orangnya dan kebanyakan kegiatan rutinitasnya juga ya begitu-begitu saja.
Dekat Dengan Tempat Tinggal
Selain pangsa pasarnya yang jelas dan pasti, banyak orang menjalankan bisnis dan usaha di kawasan perumahan karena dekat dengan tempat tinggal mereka. Bahkan tak jarang juga tinggal di kawasan yang sama. Minimal tidak jauh dari lokasi toko, kedai, restoran atau kantor usaha tersebut. Jarak tempuh yang dekat tentu akan menghemat biaya operasional dalam jangka panjang. Tidak harus berjibaku dengan jalanan yang macet.
Tak jarang banyak juga yang membuka usaha dan bisnis justru di ruko rukan yang dibangun di sekeliling kawasan perumahan tersebut. Semakin luas kawasan perumahan maka semakin banyak kompleks ruko rukan yang dikhususkan untuk jualan. Biasanya lantai atas buat tinggal bersama keluarga sedangkan lantai bawah (dasar) dipergunakan untuk membuka usaha. Tergantung jenis usahanya juga. Karena tidak semua ruko rukan cocok untuk tempat tinggal sekaligus tempat usaha. Intinya jarak yang dekat dengan tempat tinggal membuat semuanya jauh lebih mudah dilakoni.
Biaya Akuisisi Pelanggan Relatif Lebih Murah
Maksudnya untuk berjualan tidak harus mentargetkan orang-orang jauh yang tidak dikenal. Karena di kawasan perumahan sudah jelas pangsa pasarnya. Target pembeli bisa saja tetangga rumah kita, sesama anggota grup whatsapp warga (WAG), promosi dari mulut ke mulut, teman arisan kompleks, teman kumpul persekutuan doa, teman perkumpulan masjid, dst. Bandingkan jika harus membuka usaha di lokasi random tanpa komunitas jelas, biayanya sangatlah besar. Terutama untuk promosi!
Kalau di kawasan perumahan kita cukup:
- Posting makanan minuman atau jasa produk di status WA.
- Ikut komentar promosi sebar di grup-grup WAG warga setempat terutama grup jual beli jika ada.
- Tempelkan semacam papan nama, banner atau spanduk kecil di depan rumah.
- Minta review atau promosi dari tetangga mulut ke mulut.
- Kalau sedikit kreatif dan melek teknologi bisa gunakan Google Maps untuk mempromosikan bisnis.
- Dst...
Modal Memulai Yang Lebih Fleksibel
Jika punya uang lebih tentu bisa langsung membeli atau menyewa sebuah ruko untuk usaha. Tetapi jika uang belum cukup tentu bisa memulainya dari rumah sendiri.
Berbisnis di kawasan perumahan bisa dimulai dari rumah sendiri apalagi jika itu bisnis kuliner. Sangat-sangatlah memungkinkan. Sudah banyak orang yang melakoninya Kawan. Bahkan bisa juga dimulai dari garasi, ruang tamu, cloud kitchen, jasa keliling, home service berbasis pre order (PO) atau japri di grup WAG warga, dst. Makanya ada rumah yang kadang juga merangkap kantor, tempat les, dll. Tergantung bisnis yang ingin kita lakoni. Intinya di grup warga pasti banyak yang bertanya seperti:
"Ada yang tahu tukang servis AC yang bagus di mana?"
"Ada yang bisa kasih rekomendasi tempat potong rambut yang oke punya?"
"Ada yang anaknya les calistung?"
"Ada yang punya nomor telepon pet grooming atau dokter hewan?"
"Ada yang punya kenalan agen properti, mau titip jual rumah nih.."
Dan masih banyak lagi lainnya. Semuanya rata-rata bertanya di grup-grup warga dan ini bisa menjadi pintu masuk meraih potensi pasar. Dan uniknya semuanya bisa dikerjakan dari rumah jika memang punya skill, relasi atau partner. Tidak harus anda yang berjualan tetapi bisa mengopernya ke teman yang punya kemampuan tersebut bahkan yang berjualan di luar kawasan.
Contoh misalnya:
"Ada nih biasa saya cuci AC di sini. Teleponnya.... (sambil menyebut nomor telepon)".
"Ini dokter hewan yang biasa saya pakai untuk vaksin kucing.... (sambil menyebut nomor telepon)".
"Terima les bahasa mandarin privat untuk anak sekolah. Hubungi saya langsung."
Dan masih banyak lagi lainnya. Dan nomor-nomor telepon yang anda berikan bisa saja teman, relasi atau partner bisnis anda. Tinggal komunikasikan saja bagaimana membagi hasilnya. Karena anda ibarat partner marketing mereka juga.
Fasilitas Pendukung Yang Super Lengkap
Kompleks perumahan yang dibangun dan dikembangkan dengan terencana dan baik akan memiliki banyak sekali fasilitas pendukung untuk aktivitas dan kegiatan warga. Mulai dari tempat sarana ibadah, pasar tradisional (wet market), tempat bermain anak (playground), taman rekreasi keluarga, hutan kota, kompleks pertokoan (ruko rukan), food arcade (pusat kuliner), fasilitas transportasi umum, pusat olahraga dan kebugaran, sekolah hingga kampus dan lapangan golf. Untuk lapangan golf tentu saja hanya kawasan-kawasan perumahan elit yang memilikinya.
Semua fasilitas ini secara tidak langsung akan mendongkrak kehidupan di dalam kawasan. Ini berarti akan mendukung banyak sekali kegiatan bisnis dan ekonomi secara tidak langsung. Jika ada kebutuhan maka tentu harus ada yang bisa menyediakan dan memuaskan kebutuhan tersebut. Bahasa ekonominya "ada demand maka ada supply". Makin banyak orang makin banyak permintaannya bahkan terkadang aneh-aneh.
Bahkan jika kawasan perumahan itu sangatlah besar dan luas, maka akan menjadi semacam "kota dalam kota" atau township. Jika sudah township maka pangsa pasarnya menjadi lebih dahsyat lagi Kawan. Semakin menjanjikan dan semakin potensi bisnis yang kita rintis untuk naik level. Dari bisnis rumahan ala kadarnya bisa punya ruko rukan berjualan sendiri. Bahkan akhirnya memiliki restoran atau perusahaan yang skalanya lebih besar. Karena memang sudah berkembang dan dikenal warga sekitar.
Sekarang semuanya dikembalikan kepada anda Kawan! Berani mencoba untuk terjun berbisnis di kawasan perumahan? Teruslah bersama kami!

