Hindari Ruko Hadap Timur dan Barat Jika Bisnis Kuliner

Pasarwargacitraland.com - Masih seputar mencari dan memilih ruko/rukan untuk bisnis kuliner. Selain menghindari ruko bersebelahan atau dekat toko bahan bangunan dan toko pet grooming, berikutnya yang juga harus dihindari adalah ruko yang menghadap persis arah timur dan barat. Kalau yang sebelumnya adalah karena faktor keengganan pelanggan atau pembeli untuk mampir makan yang bisa dianggap jorok dan kotor, yang satu ini beda lagi. Lebih kepada pengelolaan bisnis kuliner kita sendiri. Mari kami tunjukkan alasannya.


Hindari ruko hadap timur dan barat jika bisnis kuliner.
Kalau untuk hunian atau perkantoran it's oke terkena sinar matahari pagi atau sore.

Kalau Bisa Hindari Ruko Hadap Timur dan Barat!


Bukan soal fengshui, takhayul, kepercayaan pribadi atau hal-hal di luar nalar logika bisnis. Semua ini masih berdasarkan pengalaman kami kurang lebih 20 tahun terjun di bisnis kuliner. Ambil sisi positifnya ya Kawan. Buat belajar bersama-sama. Setiap orang pasti punya pengalaman berbeda-beda. Tidak ada yang mutlak paling benar di sini. Pemilihan ruko/rukan dalam bisnis kuliner bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan. Masih banyak yang lainnya seperti selera pasar, kualitas kuliner yang kita jual, harga, rasa, persaingan, strategi promosi, trik penjualan, konsep marketing dan masih banyak faktor lainnya.


Secara umum, ruko yang menghadap persis ke arah timur (jalur keluar masuk biasanya ada pintu kaca dan atau semacam folding gate) seringkali digadang-gadang menjadi ruko terfavorit dalam strategi penjualan properti. Alasannya jarang ada ruko yang bisa menghadap persis arah timur yang memberikan matahari pagi buat pemilik atau penghuninya. Kalau soal paparan sinar matahari pagi ini memang benar! Matahari pagi cenderung lebih sehat dan menyegarkan. Cocok untuk bangunan hunian. Tetapi kalau dianggap bagus buat bisnis, nanti dulu! Tergantung peruntukan untuk bisnis apa.


Ruko yang menghadap arah timur cocok buat sebagian besar bisnis atau bangunan perkantoran. Tetapi kalau untuk bisnis kuliner kayaknya bukan ruko yang bagus dan bisa kontra produktif. Bahkan bisnis seperti minimarket atau toko kelontong pun harus menghindarinya. Alasannya adalah karena sinar matahari pagi yang terus masuk memapar ke dalam area ruko dari jam 7 pagi - 11 siang bisa membuat aneka menu makanan dan masakan yang tersaji di depan etalase warung/restoran menjadi cepat kering, warnanya jadi tidak menarik lagi bahkan cepat basi. Terutama sambal, saus atau cocolan yang berbahan cabai dan sejenisnya. Bakalan cepat basi dan butuh ekstra kerja.


Apalagi jika kota tempat anda bisnis kuliner terkenal cukup panas menyengat seperti di Surabaya ini. Bikin repot karena harus cepat untuk dipanaskan ulang agar tidak basi. Kalau sudah terasa basi tetap disajikan kepada konsumen, ini kesalahan fatal! Biasanya menu makanan yang dijual hingga malam hari akan dipanaskan di jam-jam 2 siang, namun karena terpapar panas matahari sepanjang pagi maka jam 12 siang pun sudah mesti dipanaskan. Jadi harus dipanaskan 2x supaya tetap terasa enak dan tidak basi. Sementara anda pasti tahu sendiri tidak semua makanan atau lauk pauk boleh dipanaskan berulang kali. Karena akan menurunkan kualitas bahkan memang tidak boleh dilakukan. Bahkan kami pernah bisnis minimarket di mana beberapa produk tersusun rapi di depan etalase kaca malah rusak karena terpapar sinar matahari setiap hari. Tidak secara langsung tetapi ketika melakukan stock opname beberapa produk rusak. Susu atau minuman serbuk menjadi mengeras sebagian isinya, minuman botolan beling warnanya tampak berubah, dst. Beberapa mainan atau peralatan sehari-hari menjadi pudar warnanya. Lebih parah lagi jika sinar matahari sore dari jam 3 - 5. Benar-benar bisa membuat kewalahan.


Solusinya: tapi tak perlu kuatir jika sudah terlanjut. Masih ada solusi yang bisa diterapkan. Jika memang ruko/rukan yang tersedia untuk disewa atau dibeli hanya tersisa yang arahnya menghadap timur dan barat, ya mau bagaimana lagi? Tetap bisa dipakai untuk bisnis kuliner. Hanya saja kita perlu mengakalinya yakni dengan memasang semacam atap teras atau kanopi untuk menahan sinar matahari yang masuk baik itu di pagi hari atau sore hari. Atau juga bisa menggunakan semacam jaring penahan sinar matahari atau krey bambu. Kaca film mungkin bisa dijadikan pilihan. Pastikan mana yang paling cocok untuk lokasi usaha kita tersebut. Selain itu, kita juga bisa mengubah posisi etalase makanan menghadap ke bagian tengah ruangan atau ada di bagian dalam. Bukan persis menghadap atau nempel kaca pintu keluar masuk ke arah luar yang justru menjadi sasaran terpaan sinar matahari. 


Intinya adalah menghindari bahan makanan, sayur mayur yang digantung, makanan jadi, lauk pauk matang, minuman, saus, kecap, sambal, dsb... terkena sinar matahari secara langsung. Ada banyak caranya dan bisa kita contoh beberapa warung makan atau restoran di sebelah kita. Tetapi kalau bisa dan ada pilihan yang misalnya menghadap arah selatan, utara, barat daya, barat laut, tenggara atau timur laut mungkin bisa diprioritaskan. Atau cari ruko yang sudah ada atap kanopinya. Sekali lagi harus lihat secara utuh di kawasan tersebut karena banyak faktor penentu sukses jualan kuliner. Yang kita bicarakan ini hanya dari sudut menghindari makanan minuman terpapar sinar matahari sepanjang hari. Sesuaikan saja dengan lokasi dan tata ruangan restoran atau depot yang sedang anda bangun. Kalau untuk hunian atau perkantoran, rasanya sinar matahari tidak ada kendala. Lanjutkan saja!